Postingan

puisiku (2)

                                                                               Makassar,   Oktober 1995 IBUKU SURGAKU Nana Bahar Ibu…. Dalam tangisku ini Kuharap rengkuhan tangan lembutmu Memenuhi ubun ubunku Agar terasa siraman air Yang sangat menyejukkan jiwa Ibu….. Dekaplah anakmu ini Dalam kedua tanganmu yang lincah Agar terasa damai hatiku Ibu….. Kumohon  sambutlah diriku Yang berlari ke arahmu Agar terasa lega rasaku Ibu..... rengkuhlah anakmu ini agar terasa hangat dalam dekapanmu Ibu.... maafkan anakmu ini telah banyak menyusahkanmu telas banyak membuatmu menangis Ibu…  Engkaulah surgaku Engkaulah jannahku Engkaulah firdausku Ibu…. Maafkan anakmu ini…. Maafkan…. Maafkan…..       ...

puisiku (1)

Makassar,  Nopember 1995 HIJABKU, MAAFKAN AKU Nana Bahar Hijabku maafkan aku Kuubah dirimu ¼ dari inginku Kuubah dirimu ¼ dari niatku Kuubah dirimu ¼ dari hasratku Hijabku maafkan aku Bukan ku tak sayang dirimu Bukan kuabaikan dirimu Bukan ku tak indahkan dirimu Namun….. Hijabku maafkan aku Belum tiba masanya kuterus terang padamu Belum tiba masanya kubentangkan nyata didepanmu Belum tiba masanya kuhadapkan fakta hidupku padamu Suatu saat nanti akan kukembalikan dirimu Pada tubuh ini secara utuh, Suatu saat nanti akan kukembalikan dirimu Pada tubuh ini secara kaffah Itu janjiku padamu hijabku….. Percayalah…… Makassar, Februari 1995 INDAHNYA KARUNIA”MU” Nana Bahar Terima kasih Penguasa Dunia Telah menghadirkanku di duniaMu Terima kasih Penguasa Langit Telah menurunkan hujanMu, menyejukkanku Terima kasih Penguasa tanah Telah menumbuhsuburkan makananku Terimakasih penguasa malam Telah menyegarkan tubuhku oleh ang...

hijabku

kisahku.... aku terjaga ditengah malam, tak bisa lelap dalam tidurku mengingat ibuku, ya... orangtua utamanya ibu menentang aku hijrah dari pakaian jahiliyah ku. ibu beranggapan bahwa aku mulai mengikuti salah satu aliran yang ekstrim, dan beliau tidak terima akan hal itu, hal ini bermula ketika tetangga mulai bercerita tentangku, tentang pakaianku, suatu ketika aku berjalan dihadapan ibu ibu yang sedang berjualan, mereka pun berbicara tentangku " Bu Ani, lihat pakaian Nana dia masuk aliran apa ya?" ucap seorang ibu," iya ya... kok anak pak Bahar berubah total ya,", aku mempercepat langkahku tidak mau mendengar ocehan mereka. Berawal dari situlah kemudian sampai di telinga ibuku, sepulang dari kuliah ibu pun menegurku dan langsung memberondong pertanyaan kepadaku " apa yang kamu lakukan di kampus, apa yang kamu pelajari di kampus, siapa siapa saja teman kamu di kampus, dan kamu masuk organisasi apa di kampus?" yaaa Allah.... berilah aku kekuatan untuk me...