puisiku (1)


Makassar,  Nopember 1995

HIJABKU, MAAFKAN AKU
Nana Bahar
Hijabku maafkan aku
Kuubah dirimu ¼ dari inginku
Kuubah dirimu ¼ dari niatku
Kuubah dirimu ¼ dari hasratku
Hijabku maafkan aku
Bukan ku tak sayang dirimu
Bukan kuabaikan dirimu
Bukan ku tak indahkan dirimu
Namun…..
Hijabku maafkan aku
Belum tiba masanya kuterus terang padamu
Belum tiba masanya kubentangkan nyata didepanmu
Belum tiba masanya kuhadapkan fakta hidupku padamu
Suatu saat nanti akan kukembalikan dirimu
Pada tubuh ini secara utuh,
Suatu saat nanti akan kukembalikan dirimu
Pada tubuh ini secara kaffah
Itu janjiku padamu hijabku…..
Percayalah……

Makassar, Februari 1995
INDAHNYA KARUNIA”MU”
Nana Bahar
Terima kasih Penguasa Dunia
Telah menghadirkanku di duniaMu
Terima kasih Penguasa Langit
Telah menurunkan hujanMu, menyejukkanku
Terima kasih Penguasa tanah
Telah menumbuhsuburkan makananku
Terimakasih penguasa malam
Telah menyegarkan tubuhku oleh anginMu
Terima kasih penguasa siang
Telah menghadirkan sinarMu, menghangatkanku
Terima kasih penguasa segala kuasa
Telah memberiku nikmat yang tak terkira



Makassar, 16 Desember  1995

DESEMBERKU
Nana Bahar
Mentari tersenyum malu pagi ini
Mengintipku lewat  celah jendela  kamar
Kubalas senyumnya
Meski mata ini masih redup
Perlahan namun pasti
Sang mentari makin garang
Menampakkan sinarnya
Tak mau mengalah
Pada sinar bulan purnama
Malam tadi…….
Seolah mewakili riangku
Menyambut desemberku
Harapan, asa, khayal, lamunan,
Harus terwujud nyata di depanku
Semoga desemberku di 1995
Mengawali langkahku
Menuju angka “21”


Komentar