hijabku
kisahku....
aku terjaga ditengah malam, tak bisa lelap dalam tidurku mengingat ibuku, ya... orangtua utamanya ibu menentang aku hijrah dari pakaian jahiliyah ku. ibu beranggapan bahwa aku mulai mengikuti salah satu aliran yang ekstrim, dan beliau tidak terima akan hal itu, hal ini bermula ketika tetangga mulai bercerita tentangku, tentang pakaianku, suatu ketika aku berjalan dihadapan ibu ibu yang sedang berjualan, mereka pun berbicara tentangku " Bu Ani, lihat pakaian Nana dia masuk aliran apa ya?" ucap seorang ibu," iya ya... kok anak pak Bahar berubah total ya,", aku mempercepat langkahku tidak mau mendengar ocehan mereka. Berawal dari situlah kemudian sampai di telinga ibuku, sepulang dari kuliah ibu pun menegurku dan langsung memberondong pertanyaan kepadaku " apa yang kamu lakukan di kampus, apa yang kamu pelajari di kampus, siapa siapa saja teman kamu di kampus, dan kamu masuk organisasi apa di kampus?" yaaa Allah.... berilah aku kekuatan untuk menghadapi ibu yang teramat aku sayangi, aku tak ingin membantah beliau, tak ingin melawan beliau,tak ingin berlaku kasar pada beliau, kurasa diam jauh lebih baik, namun ternyata itu bukan jalan keluar yg baik. Ibu makin gencar dengan pertanyaan pertanyaannya akhirnya aku pun menjawab setiap pertanyan beliau." Aku kuliah seperti biasanya ibu..., teman teman ku pun teman yang baik baik, dan aku masuk organisasi.... ( maaf tak sopan jika aku tuliskan organisasi yang aku geluti )"ibu pun manggut manggut, dan kemudian berkata " tapi tidak berarti kamu harus mengubah penampilan kamu itu Nana", lanjutnya lagi " penuh telinga ibu mendengar gunjingan tentang kamu oleh tetangga tetangga kita, kamu berubahlah, kamu sombonglah, kamu cueklah dan yang paling ibu tidak terima mereka mengatakan kamu masuk aliran sesat", aku terhenyak mendengar kalimat ibu yang terakhir " aliran sesat ibu?" tanyaku pelan, "ya.. nak mereka mengatakan kamu masuk aliran sesat, dan ibu tidak terima itu, tp ibu tak mampu berkata kata karena memang pakaian kamu itu penyebab utamanya". aku merintih dalam hati yaaa....Allah mengapa terlalu berat bebanku untuk berubah ke arah yg lebih baik? akupun berujar " sudahlah ibu insyaAllah cerita itu akan berakhir", "tapi jika berlanjut ibu akan tegas pada kamu Nana, kamu harus kembali ke pakaian kamu yang dulu, lagian pakaian kamu yang dulukan juga berjilbab, apanya yang kurang?" timpal ibu," ibuku sayang.... hijabku yang dulu belum menutup aurat, hanya membungkus badanku saja Ibu.." pelan aku merengkuh ibu dalam dekapku .ya... itulah pembicaraanku dengan ibu malam itu.
dua bulan berlalu, aman bagiku karena ibu tak membahas itu lagi, meski dalam rentang waktu itu ibu jarang sekali menegurku, seolah olah aku tak dianggap dirumah ini, namun aku beranggapan ibu hanya lelah mengurus pekerjaannya. tiap hari aku berangkat kuliah, normal seperti biasa tak ada yang rancu.
suatu hari sepulang kuliah insiden pun terjadi....
"fadhilahh......kesini kamu!" aku memanggil adikku yg bungsu dengan nada yang keras, " iya ada apa kak?"adikku lari menghampiriku, " kamu ya... yang menggunting jilbab kakak?" ucapku dengan amarah yang besar. " kak..., bukan hanya jilbab kakak, tapi juga jubah jubah kakak tergunting kak, tapi bukan aku pelakunya kak, tapi....." kalimat adikku menggantung, " tapi siapa dhila" ujarku tak sabar. " ibu yang mengguntingnya kak, tapi ibu waktu menggunting Dhila lihat sambil nangis kak, kenapa ya kak?"celoteh adikku....... aku terdiam seribu bahasa, ibuku sayang... mengapa jadi begini? rintihku hampir tak terdengar. dunia terasa terbalik bagiku sore itu.
Dua pekan aku tak menginjakkan kaki di kampus, karena tak ada lagi jubah jubah kesayanganku, tak ada lagi khimar khimar kesayanganku, mereka aku beli dari tabunganku yang cukup lama kukumpulkan, terkadang menempuh jarak kampus yang cukup jauh dengan berjalan kaki hanya demi untuk membeli jubah dan khimar, yaa Allah.... apa daya ku kuingin menentang ibuku, namun kutakut nerakaMU, haruskah aku kembali jadi Nana yang dulu??? TIDAK!!!!! jerit hatiku pilu.Ya.... Allah berilah petunjukMU.....
Dengan segenap rasa kukumpulkan kekuatanku untuk menghadap ibu, "Ibu...." ucapku, "ya.. ada apa Nana?" "Nana mau tanya, kenapa ibu tega menggunting semua pakaianku ibu...?" lirih ku sambil terisak, " Ibu juga mau tanya kamu nak, apakah kamu tega melihat Ibu merasa terhina di depan tetangga tetngga kita?" " terhina ibu??? ibu....bukan maksudku untuk melawan ibu, tapi ini nyata ibu, sambil aku membuka tafsir alquran yang memang telah aku sediakan sedari tadi...dengan tangan gemetar kubuka surah Al-Ahzab ayat 59 kemudian kubaca beserta artinya, ibu terdiam, dan dengan diamnya kuharap beliau mafhum dan tidak lagi menentang pakaianku. Ibu beranjak dari duduknya dan masuk ke dalam kamarnya, aku bingung melihat sikap ibu, ibu mafhum ga ya????
kisahku di awal hijrah
Oktober 1995
Komentar
Posting Komentar