puisiku (2)
Makassar, Oktober 1995
IBUKU
SURGAKU
Nana
Bahar
Ibu….
Dalam tangisku ini
Kuharap rengkuhan tangan lembutmu
Memenuhi ubun ubunku
Agar terasa siraman air
Yang sangat menyejukkan jiwa
Ibu…..
Dekaplah anakmu ini
Dalam kedua tanganmu yang lincah
Agar terasa damai hatiku
Ibu…..
Kumohon sambutlah diriku
Yang berlari ke arahmu
Agar terasa lega rasaku
Ibu.....
rengkuhlah anakmu ini
agar terasa hangat dalam dekapanmu
Ibu....
maafkan anakmu ini
telah banyak menyusahkanmu
telas banyak membuatmu menangis
Ibu…
Engkaulah surgaku
Engkaulah jannahku
Engkaulah firdausku
Ibu….
Maafkan anakmu ini….
Maafkan…. Maafkan…..
Makassar, Maret 1996
NELANGSA
Nana
Bahar
Dalam diamku bukan berarti aku
sakit gigi, tapi
Mungkin saja memang aku sakit
gigi
Dalam tawaku bukan berarti aku bahagia, tapi
Mungkin saja memang aku bahagia
Dalam murungku bukan berarti aku
berduka, tapi
Mungkin saja memang aku berduka
Dalam tuturku bukan berarti aku
tak ada beban, tapi
Mungkin saja memang aku tertekan
Dalam tangisku bukan berarti aku
bersedih, tapi
Mungkin saja memang aku sedih
Dalam celoteh panjangku bukan
berarti aku kasmaran,tapi
Mungkin saja memang aku kasmaran
Tak ada yang pasti dan tak ada
yang tahu
Hanya aku, hatiku dan penciptaku
yang tahu pasti
Akan diriku yang dhaif ini
Komentar
Posting Komentar